5 Langkah Agar Komplain Berakhir Indah

 

Ketika merasa dirugikan, banyak konsumen yang mulai berani komplain kepada pelaku usaha. Hal ini menandakan konsumen semakin kritis, cerdas dan tahu akan hak-haknya. Namun dalam menyampaikan permasalahan tidak sedikit yang sudah kepalang basah, tapi ujungya tetap tidak mendapatkan haknya.

Ini bisa karena cara menyampaikannya saja. Merasa haknya dilanggar, tak sedikit konsumen yang menyampaikan pengaduan dibalut dengan emosi. Alih-alih mendapatkan haknya, justru energi yang terbuang percuma. Lantas bagaiman cara komplain yang efektif dan mendapatkan hasil yang diharapkan? Cara sederhana yang disarikan dari tipsanda.com berikut bisa saja berguna.

1. Sampaikan Kronologis. Pada saat Anda tidak mendapatkan yang menjadi hak kita, maka sampaikanlah secara jelas dan berurutan. Hindari hanya sekedar marah-marah tanpa penjelasan, sebab ini tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam hal ini kita perlu tambahan kesabaran untuk mengurutkan kejadian dan tidak terlalu reaksioner. Mulailah dengan pertanyaan, bukan pernyataan yang menghakimi.

2. Pemilihan kalimat positif. Penggunaan kalimat positif membuat pengaduaan kita lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang yang mendengarnya. Kata kuncinya adalah kosa kata. Kesalahan pemilihan kosa kata bisa jadi akan menghambat kita mencapai tujuan. Namun, sebaiknya juga disampaikan dengan singkat, tegas dan sopan. Coba simak, jika dibanding ”Ini kesalahan Anda, saya tidak bisa terima pesanan ini” akan lebih efektif jika mengatakan ”ada kesalahan dengan pesanan saya, mati kita cek bersama”. Sehingga, orang yang kita komplain akan menganggap pernyataan kita sebagai masalah bersama, bukan menjadi pihak yang disalahkan.

3. Menyimak penjelasan dan mengikuti prosedur. Setiap kesalahan layak komplain, biasanya ada sebab yang masuk akal. Kendati demikian bukan berarti kita harus menerima begitu saja kesalahan tersebut. Dan setiap perusahaan memiliki prosedur berbeda dalam menyelesaikan setiap komplain. Untuk mendapatkan jawaban yang bisa diterima, kita perlu menyimak setiap penjelasan yang diberikan dengan tetap fokus memperjuangkan hak kita. Jangan memotong pembicaraan, apalagi emosi. Karena emosi cenderung membuat kita tidak dapat menangkap penjelasan orang lain dengan sempurna.

4. Berpikir Positif. Tidak semua kesalahan terjadi karena kesengajaan. Dan bisa jadi, ketidaksesuaian yang membuat  kita tergerak untuk komplain itu, tak selamanya salah. Mungkin saja memang sengaja diubah justru untuk lebih memudahkan konsumen.

Berpikir positif menjadikan kita tidak tegang dan emosi, sehingga pikiran menjadi jernih, mudah mengambil keputusan dalam hal-hal yang penting serta menganggap komplain kita pasti ada penyelesaiannya.

5. Berorientasi Solusi. Pada dasarnya kita komplain untuk mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi hak kita. Bukan untuk cari gara-gara. Jadi, pada saat menyampaikan komplain, tetaplah berorientasi pada solusi. Tidak perlu berlama-lama mencari siapa yang paling bersalah, sebab masalah justru tidak akan selesai.

Agus Sujatno, Staff YLKI

(Dimuat di Majalah Warta Konsumen)

No related posts.

Tags : ,    Share Via : Facebook    Twitter

5 Responses to “5 Langkah Agar Komplain Berakhir Indah”

  1. Ivan Amir says:

    YTH: YLKI

    Saya pelanggan PT Telkom yang dirugikan dari tahun Februari 2010 sampai pada bulan ini November 2011, karena dikenakan abodement tetap Rp 75.000 (berkisar 50.000 s/d 120.000) disamping abodement pelanggan Rp 32.000, sebagai pelanggan dikenakan tanpa pemberitahuan dan harus membayar yang tidak kami ketahui, hari ini saya sudah komplain ke Telkom dan customer mengakui memamng ada program tsb entah apalah namanya saya tidak tahu yang dimulai februari 2010, bagi pelanggan yang tidak tahu akan tetap membayar sampai mereka komplain, saya merasa ini seperti pencurian pulsa oleh operator HP.
    Saya minta kepada YLKI agar ini ditindak lajuti karena akan merugikan masyarakat pelanggan Telkom yang tidak mengetahui.
    untuk info saya kelebihan bayar dengan program ini rata-rata setiap bulan Rp 20.000 dari feb 2010.

    Terima kasih
    Ivan Amir

  2. headly says:

    Saya pengguna telkomsel flash yang menjadi korban sedot pulsa secepat kilat, sesuai namanya. Hanya dalam hitungan detik pulsa saya 50.000 raib karena, kata operator cs caroline, pemakaian internet dengan tarif GPRS kurang lebih 1 juta bytes. Bagaimana mungkin. Sementara yang saya lakukan hanyalah. Cek pulsa, masih ada 50.000 lebih, aktifasi Telkomflash unlimited 50.000, kirim pesan, dijawab untuk konfirmasi, kirim lagi, dijawab pulsa kurang. Cek lagi, pulsa habis. Katanya pemakaian 1 Gb. Luar biasa, begonya.
    Seperti maling tertangkap tangan, tapi tetap ngeles.
    Ini kisah nyata, bukan reka – reka. Semoga jadi pelajaran buat yang lain.

  3. Victor says:

    MUNGKIN ada modus baru dalam PENGURANGAN pulsa oleh operator.

    Saya pernah mencoba mengaktifkan internet 500mb di salah satu operator. Saat mengirim sms XL25 ke 868 untuk berlangganan internet quota 500mb selama satu bulan, ternyata ada balasan yang menyebutkan saya salah tulis kode dan disarankan mengirim (diketik) INFO ke 868. Setelah saya kirim ternyata bukan informasi melainkan pesan bertuliskan yang secara kasar saya artikan untuk info harga ketik (LAGI) HARGA, untuk info waktu ketik (LAGI) WAKTU, dst.

    Saya curiga KOK kesannya berbelat belit begitu ternyata benar, PULSA SAYA TERSEDOT Rp500,- / sms untuk informasi yang sifatnya PENG-ARAH-AN. Lima Ratus rupiah kali 3 kali sms saya adalah 1500 rupiah. Saya jadi tidak bisa langganan internet soalnya pulsa saya udah berkurang 1500 rupiah. Untung saja saya hentikan. Kalo tidak mungkin sudah habis gak tau berapa deh pulsa saya.

    Ini mungkin modus baru yang membuat konsumen bingung dan berbelit-belit. Seharusnya INFORMASI yang sifatnya PENG-ARAH-AN tidak dikenakan biaya.

    Mohon kiranya YLKI dapat segera menuntaskan DUGAAN ini dengan mengambil sampel sebanyak-banyaknya sebagai bukti. Dugaan saya MUNGKIN ada modus baru.

    Terimakasih. Wassalam.

  4. Suteno says:

    Hallo YLKI, saya diantara jutaan konsumen yang ditipu oleh Telkom dengan modus “Paket Tagihan Tetap” bagaimana exen YLKL dalam melindungi konsumen yang tidak berdaya????
    trim ya pak…….

  5. Asep Sujana says:

    thaks
    kalau complian YLKI di beri tembusan sebagai wujud perlindungan , bahwa ada kasus

Leave a Reply