YLKI Minta PT KA Stop Sistem Loopline
Thursday, 8 December 2011 | By : admin
JAKARTA (Pos Kota) – PT Kereta Api (KA) harus menghentikan pemberlakuan sistem kereta rel listrik (KRL) loopline (jalur melingkar-red), jika kebijakan tersebut hanya menyusahkan penumpang dan para pegawai yang akan berangkat kerja.
“Saya minta sistem loopline ini distop dulu. Evaluasi apa kekurangannya. Jangan dipaksakan,” tegas Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi ketika dihubungi, Rabu (7/12/2011).
Meski diakui sistem KRL loopline ini sebenarnya cukup bagus untuk mendukung sistem single line. Namun, ia melihat masih banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki agar tidak menyusahkan masyarakat dan pegawai yang akan bekerja.
Seperti sosialisasi kepada masyarakat terhadap perubahan jadwal perjalanan KRL yang sampai sekarang masih sangat kurang.
Disamping itu, lanjut Tulus yang juga anggota Dewan Transportasi Kota (DTK) ini, PT KA sama sekali juga tidak memiliki data tentang destination consumers atau tujuan penumpang.
Misalnya, berapa banyak penumpang dari Bekasi yang akan ke Bintaro. Demikian juga dari Bogor ke Kota. Ini membuktikan bobroknya sistem data PT KA. Sehingga harus dibenahi dan diperbaiki.
Faktor lain yang tidak kalah penting dilihat adalah bagaimana kesiapan infrastrukturnya. ”Jadi semuanya belum siap. Karenanya itu, sistem loopline ini harus distop,” katanya.
Sumber : poskota.co.id
Related posts:

Facebook
Twitter




Yth. YLKI
kami pengguna krl comuter bekasi, kami ingin agar YLKI membantu kami semua penumpang krl yang tidak mempunyai posisi tawar sedikitpun. Kami selalu menjadi pihak yang dirugikan, dari dulu dan apalagi saat ini. Dulu ketika masih menggunakan krl ekspress dan ac ekonomi, kami penumpang sudah banyak dirugikan karena kedatangan dan keberangkatan yang tidak pernah jelas, sebagai contoh jadwal seharusnya 7.30 digabung menjadi satu dengan jam 8.00, tetapi bukan lancar tetapi harus berhenti di jatinegara hampir 30 menit, hal itu hampir setiap hari terjadi. Setelah dirubah menjadi comuter line yang berhenti di setiap stasiun penderitaan penumpang semakin bertambah, waktu tempuh semakin lama, penumpang semakin banyak sehingga kondisi di gerbong sangat padat sesak dan tidak bisa bergerak. Waktu keberangkatan banyak digabung-gabung (mungkin untuk mengurangi krl tetapi menambah penumpang). Setelah sistem ini banyak sekali kejadian yang merugikan konsumen antara lain: pingsan, jambret, pelecehan seksual,luka keseleo bahkan kaki terperosok celah antara gerbong dan peron, belum lagi dihitung berapa rupiah jika dihitung akibat terlambat datang ke kantor. Tetapi bukannya diperbaiki pelayanannya, sekarang dirubah sistemnya menjadi loop line. ini semakin menguatkan dugaan bahwa PT.KAI hanya ingin menambah keuantungan dengan memperbanyak jumlah penumpang tetapi dengan mengurangi jumlah krl. Hal tersebut dikuatkan sebagai berikut: sebelumnya etrdapat krl dari bekasi ke senen dan tanjung priok sekarang hanya ada satu krl menuju jakarta kota lewat gambir, dengan jam keberangkatan tidak dirubah maupun ditambah. sehingga penumpang yang seharusnya diangkut oleh beberapa krl dalam beberapa keberangkatan digabung menjadi satu yang akibatnya gerbong penuh sesak sangat tidak manusiawi ditambah lagi penggabungan dua keberangkatan jadi satu, biasanya keberangkatan 7.30 digabung dengan keberangkatan 8.00. hari ini tadi saya alami lagi hal tersebut, dan ada seorang wanita terkilir kakinya gara-gara berdesakan.Setelah krl sampai di manggarai, ternyata penumpang ditambahi lagi limpahan penumpang dari bogor,sehingga gerbong tambah sangat sesak, ya Tuhan….., sangat tidak manusiawi sekali. Kejadian seperti itu apakah akan berlangsung selamanya, tidak sedikitpun PT.KAI bertanggung jawab.
Kami mohon kiranya YLKI dapat membantu kami yang sudah tidak punya posisi tawar lagi, kami dalam hal ini sangat lemah sekali posisinya.
terima kasih.
Yth YLKI,
Saya pengguna transportasi umum posisi kantor ada di Jl Hayan Wuruk, pagi menggunakan BLU Trans yg sangat-2 KRODIT di ST PLGD dan pulangnya menggunakan KRL Commuter Line walaupun KRODITnya hampir sama antara Halte BLU PLGD dengan ST Jakarta Kota.
Kalau kita amati secara rinci penumpang KRL yang paling banyak di rugikan, sbb :
1. Sistem Lope Line tidak efektif karena terjadi penumpukan calong penumpang di ST Transit terutama ST Manggarai, coba bisa dibayangkan penumpang dari 2 KRL ditumpuk menjadi 1 KRL rute JKT Kota – Bekasi.
Saran saya feeder KA Manggarai Tn Abang diganti seperti semula rute Bekasi – Tn Abang PP dihidupkan kembali.
2. Masalah kerugian yang dialamani penumpang dari Bekasi tidak dapat dibayangkan berapa besarnya kerugian karena disebabkan setiap hari harus terlambat +/- 30 menit hanya KRL harus mengalah dengan KA dari Luar Kota yang nota bene penumpangnya bertujuan untuk Wisata/silahturahmi. Sementara RUMOR yang saya dengar dari para penumpang karena KRL ini kereta kelas MURAH/RAKYAT.
Saran saya evaluasi kembali jam keberangkatan/tiba KA tujuan Luar Kota.
4. Khusus rute BOGOR – JKT PP, menurut saya tidak mengalami antrian menunggu KA Luar Kota datang di Pagi hari.
3. Buat jalur-jalur khusus (buat ring) masuk KRL dan sekalian buat jalur pemisah wanita & pria sehingga tidak terjadi KRODIT.
Terima kasih YLKI